Our Story

Pernah dengar pepatah lawas yang bunyinya, “Lebih baik jadi kepala ayam daripada ekor sapi”?
Bagi sebagian orang, mungkin itu cuma sekadar peribahasa. Tapi buat saya, kalimat tersebut punya makna yang sangat mendalam. Pepatah itulah yang menjadi salah satu alasan terkuat dan bahan bakar utama saya saat memutuskan untuk membangun usaha sendiri. Daripada menjadi pengikut di tempat yang besar, saya memilih untuk merintis dan memimpin sesuatu milik saya sendiri, sekecil apa pun bentuknya pada saat itu.
Keputusan itu akhirnya bulat di penghujung tahun, tepatnya pada Quarter 4 tahun 2019. Saya mulai membangun bisnis di bidang yang memang dekat dengan minat saya: penjualan dan penyewaan perlengkapan camping serta kegiatan alam terbuka. Rasanya sangat pas untuk menyalurkan ketertarikan pada dunia outdoor menjadi sebuah layanan yang bisa memfasilitasi para penggiat alam, khususnya di sekitaran area Cicalengka – Bandung Timur.
Lalu, tibalah saatnya menentukan identitas. Saya memilih nama Theraventure.
Our Story
Pernah dengar pepatah lawas yang bunyinya, “Lebih baik jadi kepala ayam daripada ekor sapi”?
Bagi sebagian orang, mungkin itu cuma sekadar peribahasa. Tapi buat saya, kalimat tersebut punya makna yang sangat mendalam. Pepatah itulah yang menjadi salah satu alasan terkuat dan bahan bakar utama saya saat memutuskan untuk membangun usaha sendiri. Daripada menjadi pengikut di tempat yang besar, saya memilih untuk merintis dan memimpin sesuatu milik saya sendiri, sekecil apa pun bentuknya pada saat itu.
Keputusan itu akhirnya bulat di penghujung tahun, tepatnya pada Quarter 4 tahun 2019. Saya mulai membangun bisnis di bidang yang memang dekat dengan minat saya: penjualan dan penyewaan perlengkapan camping serta kegiatan alam terbuka. Rasanya sangat pas untuk menyalurkan ketertarikan pada dunia outdoor menjadi sebuah layanan yang bisa memfasilitasi para penggiat alam, khususnya di sekitaran area Cicalengka – Bandung Timur.
Lalu, tibalah saatnya menentukan identitas. Saya memilih nama Theraventure.
Terdengar keren? Tentu saja, ada doa dan makna yang sangat personal di baliknya. Kata “Venture” berarti usaha atau bisnis. Sedangkan “Thera”… nah, ini bagian yang paling spesial. Thera adalah nama anak saya. Jadi, Theraventure secara harfiah adalah sebuah langkah bisnis yang saya bangun dengan membawa nama anak, sebuah pengingat bahwa pondasi usaha ini didirikan untuk keluarga.
Lucunya, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pelanggan, nama ini ternyata lumayan bikin lidah keseleo buat beberapa orang. Ada yang dengan santainya menyebut kami Theradventure (mungkin karena mindset-nya langsung terhubung ke kata adventure), dan ada juga yang lebih suka menyingkatnya jadi Therave saja biar praktis.
Awalnya saya sempat ingin rajin mengoreksi, tapi lama-lama dibiarkan saja. Bias nama ini malah jadi lucu saat berinteraksi dengan penyewa. Apapun sebutannya, buat saya yang terpenting adalah bagaimana usaha ini bisa terus berkembang, bertahan, dan menemani setiap petualangan seru para pelanggannya.
Dengan harapan sederhana, Theraventure bisa menjadi tempat yang memudahkan siapa saja yang ingin berpetualang, khususnya bagi mereka yang berada di Cicalengka dan sekitarnya. Tidak semua orang memiliki perlengkapan outdoor sendiri, dan di situlah Theraventure mencoba mengambil peranโmenjadi teman perjalanan sebelum langkah pertama dimulai.
Beberapa bulan pertama berjalan cukup baik. Satu per satu pelanggan datang, baik untuk menyewa maupun membeli perlengkapan. Rasanya seperti melihat benih kecil yang perlahan mulai tumbuh.
Namun, rencana sering kali harus berdamai dengan kenyataan. Ketika pandemi COVID-19 melanda pada Maret 2020, hampir seluruh aktivitas luar ruangan mendadak berhenti. Gunung ditutup, perjalanan dibatasi, dan orang-orang memilih tetap berada di rumah. Dampaknya terasa begitu nyata. Hingga pertengahan 2022, Theraventure mengalami masa-masa yang tidak mudah. Bukan hanya penjualan yang menurun, bahkan penyewaan perlengkapanโyang selama ini menjadi denyut utama usaha iniโnyaris tidak ada sama sekali.
Awal tahun 2023 menjadi titik di mana harapan itu perlahan kembali muncul. Seiring berakhirnya masa pandemi dan berbagai pembatasan mulai dilonggarkan, satu per satu pelanggan kembali datang. Ada wajah-wajah lama yang kembali mempercayakan perjalanan mereka kepada Theraventure, dan ada pula wajah-wajah baru yang baru memulai cerita petualangannya bersama kami.
Mungkin, setelah sekian lama menjalani hari-hari di balik batasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), banyak orang mulai merindukan ruang yang lebih luas. Mereka ingin kembali menghirup udara pegunungan, mendengar suara sungai, atau sekadar menikmati matahari terbit dari balik tenda. Alam seolah menjadi tempat untuk mengembalikan napas yang sempat tertahan selama beberapa waktu.
Perlahan, kegiatan mendaki gunung, berkemah, hingga berbagai aktivitas luar ruangan kembali menjadi bagian dari gaya hidup. Bagi Theraventure, momen itu bukan hanya tentang meningkatnya jumlah penyewaan atau penjualan perlengkapan. Lebih dari itu, ada rasa syukur karena dapat kembali menjadi bagian dari perjalanan banyak orang. Melihat perlengkapan yang lama tersimpan akhirnya kembali menemani langkah-langkah menuju alam, menjadi pengingat bahwa setiap masa sulit pada akhirnya akan berlalu, dan setiap perjalanan selalu memiliki kesempatan untuk dimulai kembali.
Memasuki Juli 2023, Theraventure kembali melangkah lebih jauh. Tidak lagi hanya berfokus pada perlengkapan camping dan hiking, tetapi juga mulai menghadirkan berbagai kebutuhan untuk aktivitas rock climbing, lengkap dengan pilihan apparel dan aksesori yang mendukung kenyamanan serta keamanan saat berkegiatan di alam terbuka.
Perjalanan ini tidak berhenti pada penyediaan perlengkapan semata. Seiring semakin banyaknya orang yang ingin menikmati alam tanpa harus direpotkan oleh berbagai persiapan teknis, Theraventure mulai menghadirkan layanan Open Trip dan Private Trip. Harapannya sederhana: siapa pun dapat merasakan pengalaman berpetualang dengan lebih mudah, aman, dan menyenangkan, baik bagi mereka yang baru pertama kali mencoba maupun yang sudah terbiasa menjelajah.
Bagi Theraventure, setiap perlengkapan yang dipinjam, setiap perjalanan yang direncanakan, dan setiap langkah yang dimulai selalu memiliki tujuan yang samaโmembantu lebih banyak orang menciptakan cerita mereka sendiri di alam bebas. Sebab pada akhirnya, petualangan bukan hanya tentang mencapai puncak atau menempuh perjalanan yang jauh, melainkan tentang pengalaman, kebersamaan, dan kenangan yang dibawa pulang setelah semuanya usai.
Customer Profile
Sejak awal, Theraventure dibangun dengan sasaran yang cukup sederhana. Fokus utamanya adalah para pelajar dan mahasiswa berusia sekitar 15 hingga 25 tahun yang tinggal di wilayah Cicalengka dan sekitarnya, dengan jangkauan kurang lebih 10 kilometer dari lokasi Theraventure. Mereka adalah generasi yang memiliki semangat untuk menjelajah, gemar mencoba pengalaman baru, dan mulai mengenal indahnya berkegiatan di alam terbuka.
Namun, seiring berjalannya waktu, kenyataan menghadirkan cerita yang berbeda. Lingkaran pelanggan Theraventure tumbuh jauh melampaui perkiraan semula. Bukan hanya pelajar dan mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum, sekolah, berbagai komunitas, hingga perusahaan yang rutin mengadakan kegiatan outing, team building, maupun family gathering mulai mempercayakan kebutuhan perlengkapan dan perjalanan mereka kepada Theraventure.
Perkembangan tersebut menjadi sebuah kejutan yang menyenangkan. Apa yang awalnya dirancang untuk melayani satu kelompok tertentu, perlahan berubah menjadi ruang yang dapat mengakomodasi siapa saja yang ingin menikmati alam. Perbedaan usia, latar belakang, maupun tujuan perjalanan bukan lagi menjadi batas. Selama ada keinginan untuk melangkah keluar, menikmati udara segar, dan menciptakan pengalaman baru, Theraventure akan selalu berusaha menjadi bagian dari perjalanan itu.
Problems
Memiliki kesenangan dan pengalaman dalam berkegiatan di alam terbuka, serta memiliki beberapa koneksi atau hubungan dengan orang-orang dalam bisnis sejenis. Tetap saja modal menjadi hambatan terbesar Saya dalam menjalani bisnis ini. Sejauh yang Saya alami, Theraventure juga memiliki masalah dalam pencatatan keuangan yang berantakan.
Digital Marketing yang menjadi satu-satunya sumber traffict yang diandalkan masih belum optimal. Kesibukan lain juga membuat Saya sulit mengatur waktu dengan baik. Jadwal dan rencana kerja pun sering tertunda. Soal regulasi yang tidak jelas dimasa awal Theraventure berdiri pun seringkali merugikan.
Meski begitu, semua tantangan tersebut masih terasa lebih ringan dibandingkan saat kehilangan motivasi dan dukungan. Ada masa ketika saya mulai mempertanyakan apakah Theraventure masih layak untuk terus diperjuangkan. Waktu itu saya sadar, membangun sebuah usaha ternyata tidak hanya menguji kemampuan, tetapi juga keyakinan. Karena pada akhirnya, setiap mimpi selalu memiliki fase ketika semuanya terasa sunyi. Dan mungkin, mereka yang berhasil bukanlah yang tidak pernah ingin menyerah, melainkan mereka yang memilih tetap berjalan meski belum tahu di mana garis akhirnya.
We are driven by values
Kami menerima masukan, karena masukan dan komplain Anda menjadi bahan bakar untuk perkembangan Theraventure.
Kami akan terus mencari cara baru untuk menyenangkan pelanggan.
